PBB (KABARIN) - Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan penolakan terhadap serangan yang menyasar ladang gas South Pars dan infrastruktur energi lainnya di Iran.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers pada Rabu.
"Ya, kami menentang semua serangan semacam itu," kata Haq saat ditanya apakah PBB mengutuk serangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihak yang terlibat konflik seharusnya menghindari serangan terhadap objek yang bukan target militer.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke fasilitas energi di kawasan South Pars yang merupakan ladang gas terbesar milik Iran.
Serangan tersebut juga menyasar wilayah industri Asaluyeh yang dikenal sebagai pusat pengolahan gas.
Akibat serangan itu, kebakaran dilaporkan terjadi setelah tangki penyimpanan dan fasilitas produksi mengalami kerusakan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran termasuk di Teheran.
Serangan itu menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyebut aksi militer tersebut sebagai langkah awal untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.
Namun dalam perkembangan berikutnya, tujuan operasi itu disebut juga berkaitan dengan upaya perubahan rezim di Iran.
Dalam konflik tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Pemerintah Rusia juga mengecam aksi militer tersebut dan meminta semua pihak menahan diri serta menghentikan eskalasi konflik.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026